Februari 26, 2024

Jakarta. Tradisi merupakan suatu kegiatan yang telah berlangsung sejak zaman dahulu dan terus berlanjut hingga saat ini. Indonesia merupakan negara yang dikenal mempunyai tradisi yang berbeda-beda. Perdebatan mengenai tradisi di Indonesia sepertinya tidak pernah ada habisnya.

Salah satu tradisi yang masih dilakukan, khususnya di kalangan umat Islam Indonesia, adalah membaca surat Yasin untuk mendoakan arwah sanak saudara yang telah meninggal. Biasanya surat Yasin dibaca setiap malam Jumat atau pada saat pemakaman atau duka.

Selain itu, masyarakat meyakini tradisi Yasin dapat mempererat rasa persaudaraan di lingkungan tempat tinggalnya. Begitulah tradisi goa ini dilestarikan hingga saat ini. Bahkan, di Jakarta sendiri, tradisi Yasin masih berlanjut hingga saat ini.

Bolehkah orang mati membaca surat Yasin?

Dilihat melalui YouTube AL-HUJJAH Dakwah Islam, masyarakat bertanya kepada Ustaz Adi Hidayat (UAH) apakah masyarakat boleh membaca surat Yasin di saat berkabung.

Menjawab pertanyaan tersebut, UAH mengatakan bahwa hadis yang menyebutkan membaca Surah Yasin saat taksi atau berkabung mempunyai dua pandangan.

Ada ulama yang menyatakan bahwa hadis tersebut lemah (dayf), sebaliknya ada pula yang menyatakan bahwa hadis tersebut shahih atau berasal langsung dari Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu, alih-alih mengandalkan hadis yang masih diperdebatkan, Ustad Adi Hidayat mengikuti hadis tentang keutamaan istighfar yang dilakukan seorang anak kepada almarhum ayahnya, yaitu:

“Sesungguhnya orang yang meninggal itu diangkat ke langit lalu berkata: “Ya Tuhanku, dari manakah datangnya benda ini?” Dia berkata kepadanya: “Karena anakmu mengajarimu istighfar.” Hadits Shahih Mauquf, karya Imam Bukhari dalam kitab Al Adabul Mufrad #36.

Oleh karena itu, kata UAH, meski ada yang meninggal, orang yang masih hidup bisa mengangkat derajat orang tersebut dengan berdoa dan memohon kepada Allah SWT. Saya merasa kasihan pada orang itu.

Mengenai khilafah atau perbedaan pendapat di kalangan ulama, sebaiknya menjaga kerukunan dengan tidak menuduh salah satu pihak sesat hanya karena perbedaan pendapat dalam membaca atau tidak membaca surat Yasin saat pemakaman. Ustaz Adi Hidayat mengajarkan hal ini ketika nafsu seringkali terasa tak tertahankan. Ustaz Adi Hidayat memberikan beberapa cara mengendalikan gejolak hawa nafsu atau hawa nafsu agar masyarakat terhindar dari maksiat. kabarbinjai.com.co.id 5 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *