Maret 4, 2024

JAKARTA – Redenominasi menjadi isu yang diperbincangkan dan banyak diperbincangkan pemerintah dan merupakan kebijakan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara.

Alasannya, keputusan ini membuat nilai mata uang menjadi lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Namun, nilai tukar dengan mata uang lain tidak mempunyai pengaruh dan karenanya tidak berubah.

Oleh karena itu, berikut dilansir kabarbinjai.com dari berbagai sumber mengenai implikasi, tujuan, manfaat, tahapan, risiko dan implikasi devaluasi rupee: Pengertian re-denominasi Rupee

Revaluasi rupee adalah proses pengurangan nilai satuan uang atau pecahan rupee per digit tanpa mengurangi nilai rupee terhadap barang dan jasa, daya beli, atau nilai tukar.

Tujuannya untuk menyederhanakan sistem registrasi keuangan dan meningkatkan citra mata uang rupee di tingkat nasional dan internasional.

Ada beberapa tujuan utama yang melatarbelakangi revaluasi rupee. Pertama, tujuannya adalah untuk memfasilitasi dan menyederhanakan sistem pembiayaan bagi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan mengurangi jumlah digit pecahan rupee, perhitungan keuangan dapat dilakukan lebih mudah dan efisien.

Selain itu, tujuan revaluasi rupiah adalah untuk meningkatkan citra internasional dan kredibilitas mata uang Indonesia.Pandangan terhadap rupiah Indonesia terhadap mata uang asing, khususnya dolar AS, saat ini kurang optimis.

Dengan dilakukannya redenominasi diharapkan persepsi dunia dunia terhadap perekonomian Indonesia akan membaik sehingga meningkatkan kepercayaan dan stabilitas terhadap mata uang rupiah.

Revaluasi rupee mempunyai beberapa manfaat yang diharapkan. Pertama, revaluasi akan menyederhanakan sistem perhitungan keuangan. Bagi masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan perekonomian, penggunaan angka yang lebih sedikit akan mengurangi kebingungan dan kesalahan dalam menghitung nilai moneter dalam transaksi sehari-hari.

Selain itu, pencalonan kembali juga akan meningkatkan kredibilitas mata uang rupee. Dengan pengurangan jumlah digit, rupee terlihat lebih teratur dan stabil dibandingkan mata uang negara lain.

Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor terhadap mata uang Indonesia, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi negara.

Pelaksanaan revaluasi rupiah melibatkan beberapa tahapan dan harus dilakukan secara terstruktur. Tahapan tersebut meliputi: 1. Perumusan dan pengesahan UU Redenominasi Rupee

Tahapan ini meliputi penyusunan rencana redenominasi, termasuk perencanaan pencetakan uang kertas baru sesuai pecahan yang direncanakan. Pada fase ini masyarakat juga disosialisasikan dan diedukasi mengenai perubahan yang terjadi. 2. Masa transisi

Tahap ini merupakan tahap dimana dua mata uang (rupiah lama dan rupee baru) beredar secara bersamaan. Pengecer dan bisnis harus mencantumkan harga barang dan jasa dalam dua mata uang (dual price tag). Pada fase ini, masyarakat akan menyesuaikan diri dengan penggunaan rupee baru dalam pembayaran pecahan kecil. 3. Penerapan Rupee Baru

Fase ini merupakan langkah terakhir dalam penggantian nama rupee, dimana seluruh transaksi barang dan jasa serta kegiatan ekonomi harus menggunakan rupee baru dalam pecahan yang disederhanakan. Pada tahap ini rupee lama tidak lagi menjadi alat pembayaran resmi.

Meskipun terdapat manfaat yang signifikan dari redenominasi rupee, terdapat juga beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan. Salah satunya adalah persepsi dan kekhawatiran masyarakat bahwa revaluasi rupee sama saja dengan sanering, yaitu depresiasi nilai mata uang secara tajam.

Hal ini mungkin menimbulkan kekhawatiran dan menyebabkan sebagian pemilik modal mengkonversi rupee ke mata uang asing, terutama dolar AS. Masyarakat harus mempunyai pemahaman dan edukasi yang jelas agar memahami bahwa redenominasi hanya mengurangi jumlah digit namun tidak mengurangi nilai mata uang.

Selain itu, kemungkinan kenaikan harga juga menjadi risiko yang perlu diwaspadai. Terkadang para pengusaha dan pedagang dapat memanfaatkan peluang ini dan menaikkan harga secara berlebihan karena adanya putaran yang tidak adil. Hal ini bisa berdampak pada inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat.

Revaluasi rupiah mempunyai dampak positif dan negatif. Beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain: 1. Meningkatkan kredibilitas mata uang rupee

Redenominasi rupiah dapat meningkatkan kredibilitas mata uang Indonesia di mata dunia internasional. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan investor asing dan mendorong investasi langsung di Tiongkok. 2. Mempermudah perhitungan

Dengan pengurangan jumlah digit nilai nominal rupee, perhitungan keuangan menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Hal ini mengurangi kesalahan dalam transaksi keuangan sehari-hari. 3. Terjadi pembulatan nominal

Revaluasi dapat mengakibatkan harga dibulatkan ke denominasi yang lebih besar. Meskipun hal ini tidak berdampak pada nilai sebenarnya, namun konsumen terkadang merasakan kenaikan harga. 4. Kemungkinan memicu inflasi

Kenaikan harga dan penyesuaian harga yang tidak proporsional oleh pelaku usaha dapat memicu inflasi sehingga berpotensi merusak stabilitas perekonomian negara. Hal ini berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat, jika setelah terjadi perubahan harga harga naik secara berlebihan maka daya beli masyarakat bisa menurun. Hal ini dapat mempengaruhi tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi global.

Redenominasi rupee memiliki kelebihan seperti mempermudah perhitungan keuangan, meningkatkan kredibilitas mata uang, dan mempermudah transaksi sehari-hari. Namun, ada juga risiko seperti kesalahpahaman dan kenaikan harga yang berlebihan.

Dampak revaluasi bisa bermacam-macam, antara lain peningkatan kredibilitas mata uang, penyederhanaan perhitungan, pembulatan nominal, potensi inflasi, dan penurunan daya beli masyarakat.

Pelaksanaan redenominasi rupiah meliputi tahap persiapan, masa transisi, dan pelaksanaan mata uang rupiah baru. Dalam proses implementasinya, diperlukan dukungan dan pemahaman yang kuat dari masyarakat, serta langkah yang cermat untuk mengatasi risiko yang mungkin terjadi.

Dengan pemahaman yang baik dan pengelolaan yang tepat, revaluasi rupiah dapat memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas perekonomian dan perkembangan keuangan negara. Ketua Umum HIPMI Dituding Sebagai Organisasi Nirlaba Akbar Himawan, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, membantah tudingan Afnanmale, Komite Pakar Tim Nasional AMIN, yang menyebut HIPMI sebagai organisasi nirlaba. kabarbinjai.com.co.id 5 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *