Maret 4, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dugaan adanya narkoba dalam kemasan kopi Indocafe belakangan santer di media sosial. Dalam video yang beredar di TikTok dan Instagram, terlihat seseorang membuka bungkus kopi Indocafe yang terdapat partikel obat berwarna merah muda di dalam bubuk kopinya.

Pria itu membuka kopi berikutnya dari kemasan baru dan di dalamnya berisi obat berwarna merah muda yang sama. Apakah ini benar?

Kabar tersebut juga tersebar melalui video yang dibagikan melalui pesan WhatsApp. Pada postingan lainnya juga ditambahkan cerita agar konsumen berhati-hati dalam menggunakan kopi ini.

Video tersebut memiliki suara laki-laki dan perempuan. Mereka saling menghubungi dan mengetahui kopi Indocafe mengandung narkoba. Mereka memperlihatkan dua piring berisi bubuk berwarna kopi dan dicampur obat berwarna merah muda atau pink.

Orang dalam video itu berkata, “Sekarang saya mau buka kopi baru Indocafe, masih segar ya, ayo kita buka sekarang, kita buang dulu ya, kita buka dan lihat apakah masih ada obatnya. Ya Tuhan.” menunjukkan piring dengan bubuk kopi.

Sebuah video yang beredar di TikTok bercerita meminta masyarakat berhati-hati saat membuat kopi. Ia mengatakan, ada kekhawatiran akan adanya narkotika pada produk tersebut.

“Peminum kopi India hati-hati, jangan curang kawan, periksa dulu sebelum menambahkan air panas,” tulisnya.

Usai heboh menyusul tudingan tersebut, Indocafe pun langsung angkat bicara terkait kabar yang beredar di masyarakat. Jawaban ini dibagikan oleh jejaring sosial Instagram resmi @indocafeid.

Indocafe memposting pesan ke @indocafeid sebagai berikut:

“Untuk dan atas nama klien kami: PT SARI INCOFOOD CORPORATION, Jalan Bukit Barisan No. 3 B di Medan, dengan ini menginformasikan kepada masyarakat umum khususnya pengguna media sosial, sebagai berikut:

1. Terkait video yang beredar di media sosial tentang produk kami Indocafe Coffeemix yang mengandung sediaan obat, kami membantah keras bahwa hal tersebut tidak benar dan merupakan berita bohong.

2. Dalam produksi Indocafe Coffeemix, klien kami dikendalikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).

3. Untuk itu kami memohon dan memohon kepada seluruh masyarakat Indonesia dan luar Indonesia untuk tidak menyebarkan ulang video ini dan saat ini sedang dalam proses informasi kepolisian dan proses pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008. Transaksi Elektronik (ITE) Jo. Perubahan UU ITE Tahun 2016.

4. Apabila masih ada pihak-pihak yang menyebarkan video palsu dan menggunakan berita palsu untuk kepentingan pribadi, maka klien kami akan menempuh jalur hukum baik secara pidana maupun perdata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *