Maret 2, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kondisi lembab seringkali menjadi pemicu tumbuhnya jamur di area rumah. Selain tidak sedap dipandang, jamur pada permukaan bangunan juga dapat membahayakan kesehatan penghuni bangunan tersebut.

Cleaner profesional sekaligus pemilik Proactive Cleaners, Baqir Khan mengungkapkan, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kelembapan di dalam rumah. Beberapa faktor penyebab terjadinya kelembapan adalah cuaca dan kebocoran pada jendela, atap, dan pipa.

Umumnya jamur mulai tumbuh sekitar 24 jam setelah area tersebut lembap. Jika kondisi kelembapan ini tidak segera diatasi, jamur akan terus berkembang.

Adanya jamur pada area rumah dapat menyebabkan kerusakan pada dinding dan furnitur atau peralatan rumah tangga. Selain itu, jamur juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi anggota keluarga. Oleh karena itu, warga sangat disarankan untuk segera membersihkan jamur yang muncul di area rumah.

Salah satu area rumah yang paling rentan ditumbuhi jamur adalah jendela. Pasalnya, embun penyebab kelembapan mudah menumpuk di permukaan jendela.

Menurut Khan, cara paling aman untuk membersihkan jamur di jendela adalah dengan menggunakan campuran air yang dicampur sabun atau deterjen ringan. Saat membersihkan jendela yang berjamur, Khan menyarankan pemilik rumah untuk menggunakan alat pelindung diri.

Jika Anda tidak ingin menggunakan larutan sabun dan air atau deterjen, ada cara lain yang bisa digunakan. Alternatif ini termasuk hidrogen peroksida atau cuka yang dicampur dengan air.

Namun, Khan menyarankan pemilik rumah untuk menghindari penggunaan //pemutih// atau warna merah muda saat membersihkan jendela. Sebab, warna pink kurang ampuh membersihkan jamur pada permukaan yang berpori dan bisa merusak tampilan jendela. “Jadi hindari penggunaan pemutih pada jendela,” jelas Khan, seperti dilansir //Express// pada Kamis (23/11/23).

Khan juga menyarankan penggunaan spons atau handuk untuk menggosok dan membersihkan area jendela tempat tumbuhnya jamur. Namun proses scrubbing ini harus dilakukan secara hati-hati dan perlahan agar patogen jamur tidak menyebar ke area lain. “Mencegah penyebaran spora (jamur) penting dalam melakukan pembersihan ini,” lanjut Khan.

Sedangkan untuk alat pelindung diri yang digunakan saat membersihkan jamur, Khan menyarankan untuk menggunakan sarung tangan dan masker. Masker berfungsi mencegah masuknya patogen jamur ke sistem pernapasan. Sedangkan sarung tangan berperan melindungi tangan dari kontak langsung dengan jamur dan cairan pembersih.

“Saat menghadapi pertumbuhan jamur yang besar atau meluas, proses pembersihan bisa sangat berbahaya bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau gangguan pernapasan,” tambah Khan.

Jika proses remediasi jamur dilakukan tanpa alat pelindung diri, kata Khan, spora jamur dapat terhirup oleh penghuni gedung. Jika terhirup, spora jamur dapat menyebabkan reaksi alergi, gangguan pernapasan, dan banyak masalah kesehatan lainnya.

Dinas Kesehatan Nasional juga mengingatkan bahwa jamur pada suatu bangunan dapat menyebabkan penghuninya menderita berbagai gangguan kesehatan. Beberapa di antaranya adalah gangguan pernapasan, penyakit menular, alergi, dan asma. “Kelembapan dan jamur juga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh,” kata National Health Service.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *