Februari 26, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mengapa masyarakat cenderung melakukan perundungan? Kebanyakan pelaku ancaman terhadap anak adalah korban dari perilaku serupa.

“Pelakunya mungkin mantan korban,” kata Dian Widiastuti Vietara, psikiater dan konselor anak dan remaja Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta, dalam diskusi bertajuk “Katakan Tidak pada Bullying” di Jakarta. .

Menurut Diane, peralihan dari korban, dari pelaku intimidasi, ke pelaku, seringkali dikaitkan dengan pola asuh yang otoriter. Hal ini dapat menimbulkan perilaku agresif untuk mengungkapkan ketidakpuasan atau rasa tidak aman anak.

Diane mengatakan, pengaruh orang tua terhadap orang tua akan tercermin dari perilaku anak saat berinteraksi di lingkungan sekolah maupun di lingkungan bermain.

“Orang tua tidak peduli kalau pola asuh seperti ini malah menimbulkan masalah, makanya anak membawa gaya itu ke sekolah dan lingkungan bermain,” ujarnya.

Diane mengatakan, pola asuh orang tua yang permisif juga berdampak buruk pada lingkungan sekolah anak. Hal ini mungkin tercermin dari perilaku mereka yang mungkin kurang terkontrol atau cenderung kurang cerdas dalam mengambil keputusan dalam lingkungan belajar.

“Misalnya, wajar jika anak kecil menjadi marah ketika mereka besar nanti dan hal itu tidak lagi terjadi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *