Maret 2, 2024

Liputan6.com, Jakarta Arti Hadza min fadhli rabbi ini harus dipahami oleh umat Islam. Pasalnya, kalimat tersebut merupakan ungkapan rasa syukur yang diungkapkan Nabi Sulaiman AS karena telah menerima anugerah yang tidak dimiliki orang lain di muka bumi ini.

Hadza min fadli rabi artinya ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Kalimat ini menjelaskan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini, baik harta, kekuasaan, maupun penampilan, merupakan anugerah dari Allah SWT. Semua ini merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Hadza min fadli rabi adalah ungkapan yang terdapat dalam Al-Quran. Ungkapan ini merupakan wujud rasa syukur manusia atas kenyataan bahwa Allah SWT. Juga menjadi kewajiban manusia untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT.

Berikut Liputan6.com kumpulkan dari berbagai sumber Minggu (3/12/2023) tentang Arti Hadza Min Fadhli Rabbi.

Hadza min fadli rabi artinya ini salah satu pemberian tuanku. Hadza min fadli rabi artinya harus memahami keseluruhan ayatnya. Alasannya, ungkapan ini sebenarnya merupakan kutipan dari ayat Alquran. Hadza min Fadhli Rabi artinya ayat dalam surat An-Naml ayat 40 yang berbunyi:

Qālallażī ‘indawā ‘ilmum minal-kitābi ana ātīka bihī qabla ay yartadda ilaika ṭarfuk, fa lammā ra`āhu mustaqirran ‘indawā qāla hādżā waakkura my faḍhli rabbī, liyabluwanam symfaḍhli rabbī, liyabluwanam fsih, wa mang kafara fa inna rabbī ganiyyung karīm

Artinya: “Seseorang yang mengetahui Alkitab berkata, ‘Aku akan membawakanmu sebuah takhta sebelum matamu berkedip.’” Maka ketika Sulaiman melihat takhta itu terletak di hadapannya, dia berkata, “Adalah nikmat Tuhanku untuk menguji aku. apakah aku bersyukur atau terbuang (ridho-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dialah yang mensyukuri (manfaatnya). bagiku dan bagi orang kafir, maka Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” (QS. An-Naml, Ayat 40)

Jadi ayat ini menjelaskan bahwa Hadza min fadli rabi artinya ini adalah pemberianku dari Allah. Lebih spesifiknya, hadza min fadhli rabbi maksudnya jika digabungkan dengan kalimat berikut ini, mengandung nikmat Tuhanku yang menguji aku apakah aku bersyukur atau meremehkan (dari nikmat-Nya).

Makna Hadza min fadhli rabi diambil dari kisah Nabi Sulaiman AS. Hikmah ini diucapkan Nabi Suleiman AS ketika ingin menunjukkan kenabiannya kepada Ratu Bilqis. Nabi Sulaiman AS bertanya kepada pasukannya yang terdiri dari jin dan manusia, “Siapakah di antara kalian yang dapat segera menduduki takhta Ratu Bilqis?” Beberapa tawaran tentara terbaik adalah: “Saya bisa mengambil takhta Ratu Bilquis secepat mungkin bahkan sebelum Anda berkedip.”

Dan ternyata apa yang dikatakannya (prajurit itu) itu benar adanya sebelum Nabi Sulaiman AS mengedipkan mata karena singgasana ratu sudah ada di hadapannya. Kemudian Nabi Sulaiman berdoa kepada Allah dan bersabda, “Hadze min Fazli Rabi artinya ini salah satu anugerah Rabb-ku.” Namun beliau melanjutkan perkataannya: “Maksudnya, untuk menguji saya apakah saya bersyukur atau menolak pemberian tersebut. Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia mensyukuri (kebaikan)-Nya, dan siapa yang mengingkari, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.”

Demikian kira-kira kisah Nabi Suleiman AS dan asal usul istilah hadza min fadhli rabbi yang artinya ungkapan rasa syukur. Secara etimologis, “fadli rabi” berarti pemberian Allah SWT. Sedangkan secara terminologi “fadhli rabi” berarti pemberian Allah yang diberikan kepada hamba yang dikehendaki-Nya.

Jika seorang muslim bersyukur maka Allah SWT akan menambah nikmatnya. Allah SWT berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7 yang artinya:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sungguh azab-Ku akan sangat pedih. (QS. Ibrahim [14]: 7) 1. Doa rasa syukur karena telah menerima sarana penghidupan

Berikut doa syukur karena mendapat rezeki dari Allah SWT:

Ya ghaniyyu ya hamidu ya mubdiu ya mu’idu ya Rahimu ya vudu, aghnini bihalalika ‘an haramika wakfinii bifadllika’ amman siwaka.

Artinya: “Wahai Makhluk Yang Maha Pemurah, Wahai Makhluk Yang Maha Mulia, Wahai Pencipta Makhluk dari Awal, Wahai Makhluk Yang Maha Penyayang, wahai Makhluk Yang Maha Penyayang, perkayalah aku dengan apa yang halal, dari apa yang haram, dan cukuplah bagiku dengan hadiah, dari hadiah orang lain, bukan hadiahmu sendiri.” 2. Doa syukur setelah sholat fardhu

Di bawah ini adalah doa syukur yang dapat Anda ucapkan setiap hari:

Allahumma a-‘innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik.

Artinya: “Ya Allah, bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik. 3. Doa syukur atas nikmat Allah SWT dalam Al-Qur’an

Doa syukur atas nikmat Allah SWT juga bisa Anda temukan dalam Al-Quran. Doa ini terdapat pada ayat 19 surat An-Naml.

Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa’alaa wadayayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa adkhilniy birahmatika fiy ‘ibadikashshaalihiin.

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang Engkau anugerahkan kepadaku dan kedua orang tuaku serta beramal shaleh yang diridhai-Mu; dan perkenalkan aku pada rahmat-Mu bersama hamba-hamba-Mu yang saleh.” (QS An-Naml Ayat 19)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *