Maret 3, 2024

kabarbinjai.com Lifestyle – Elon Musk, salah satu orang terkaya di dunia dan pemilik media sosial X (sebelumnya Twitter), mengungkapkan dalam sebuah wawancara baru bahwa ia mengalami “krisis eksistensial” pada usia 12 tahun, di mana ia berpikir untuk menempatkan sebuah akhir miliknya. kehidupan. .

Sang maestro teknologi, sekarang berusia 52 tahun, mengatakan kepada pembawa acara Aaron Ross Sorkin dalam sebuah wawancara di DealBook Summit 2023 bahwa dia ingin mengakhiri hidupnya sebagai seorang pra-remaja dan berpikir, “‘Ini semua tidak ada gunanya? Mengapa kamu tidak membunuh dirimu sendiri? ‘Tidak? Mengapa itu ada di sana?'”

Musk mengatakan bahwa saat itu dia akan membaca teks-teks keagamaan dan terutama buku-buku filsafat Jerman yang membuatnya “sangat tertekan”, itulah sebabnya dia menyarankan para remaja untuk tidak membacanya.

Namun, ketika ia mempelajari buku “The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy” karya Douglas Adams, ia menyadari bahwa menemukan makna hidup bukan sekadar jawaban sederhana, melainkan pertanyaan yang perlu kita ajukan.

“Motivasi saya saat itu adalah, hidup saya sangat terbatas… tetapi jika kita dapat memperluas cakupan dan skala kesadaran, kita akan lebih mampu menemukan pertanyaan apa yang harus ditanyakan tentang jawaban yang diberikan alam semesta dan mungkin. kita bisa menemukan makna hidup,” kata pendiri Tesla itu, dikutip Page Six, Jumat 1 Desember 2023.

Musk juga mengatakan bahwa pikirannya “sering kali terasa seperti badai yang sangat liar karena selalu ada banyak ide yang mengalir melaluinya,”

Ketika ditanya apakah itu sebuah “kebetulan”, Musk berhenti sejenak dan menjawab, “Tidak.” “Saya pikir sampai batas tertentu, saya dilahirkan seperti itu, tapi sejujurnya hal itu diperkuat oleh masa kecil yang sulit,” katanya.

Ibu Elon, Maye Musk, mengatakan mantan suaminya, Errol Musk, diduga melakukan pelecehan terhadapnya saat Elon masih kecil.

“Saya menikah dengan seseorang yang agresif, lalu dia mengatakan hal itu akan berubah ketika kami menikah, tetapi keadaannya menjadi lebih buruk,” ujarnya saat peluncuran bukunya, “Wanita Membuat Rencana: Nasihat untuk Hidup yang Berpetualang, Kecantikan, dan Sukses.”

“Saat suamiku hendak memukulku di sebuah acara sosial, pacarku membawaku ke rumah ibuku, dan dia tidak tahu aku memukulnya.”

Pada tahun 2022, Elon mengungkapkan bahwa dia “diintimidasi” di sekolah di Afrika Selatan.

Elon juga menyebut dirinya mengidap gangguan perkembangan sindrom Asperger dan diduga mengalami gangguan jiwa pada tahun 2022.

Berita-berita berikut ini tidak dimaksudkan untuk menyemangati Anda dan Anda disarankan untuk tidak menirunya. Jika Anda mengalami gejala depresi, masalah psikologis yang berujung pada pikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan dengan pihak yang dapat membantu Anda, seperti psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan jiwa. Diabetes Remaja Meningkat, Apa Alasannya? Diabetes dianggap sebagai akar dari segala penyakit yang kini mulai banyak diderita oleh anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Apa penyebabnya dan bagaimana cara memperbaikinya? kabarbinjai.com.co.id 5 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *