Februari 26, 2024

Liputan6.com, Jakarta Pembentukan sistem tol gratis atau jalan raya (MLFF) disambut baik oleh Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade.

Dalam rapat VI Komisi dengan Menteri BUMN Erick Thohir, politikus Partai Gerindra ini mengatakan Indonesia tidak membutuhkan sampah seperti itu. Baru-baru ini Andre Rosiade mengkritik: “PUPR memaksa perusahaan publik kita (seperti Badan Usaha Jalan Tol/BUJT) untuk membeli sampah. Padahal kita tidak membutuhkan teknologi itu.”

Menurut dia, pemerintah sebaiknya menggunakan fasilitas OBU jika ingin melewati jalan tol tanpa henti. Dia menambahkan: “Jika hanya teknologinya yang tidak cocok dengan Anda, masukkan OBU ke dalam mobil. Seperti di Jepang atau di tempat lain.”

Ketua Departemen Inspeksi dan Evaluasi International Transport Association (ITS), Resdiansyah menjelaskan, teknologi MLFF yang digunakan Global Navigation Satellite System (GNSS) menyediakan tiga metode pembayaran. Hubungkan ke telepon

Selain menggunakan OBU, MLFF juga menawarkan opsi pembayaran nonstop melalui OBU elektronik (E-OBU) yang terhubung ke ponsel, serta tiket elektronik sekali jalan bagi masyarakat yang tidak sering melewati jalan tol.

“Kenapa kami menawarkan tiga opsi karena di Indonesia kami pengguna IT, kami bukan pengembang IT. Ada yang tahu cara menggunakan alat, ada yang tidak. Kendaraan niaga ganti pengemudi,” kata Resdiansyah di Jakarta, Selasa, 12 Mei. . / 2023).

Sistem MLFF dikelola oleh perusahaan Hongaria Roatex Ltd Zrt melalui anak perusahaannya PT Roatex Indonesia Toll System (RITS). Namun, Resdiansyah menegaskan, pemerintah dan perusahaan jalan tol mengeluarkan uang untuk menggunakan sistem tersebut.

Katanya, “Pemerintah tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Lalu mereka dapat izin selama 9 tahun, perjanjiannya tidak harus menaikkan pajak, mereka dapat dari pajak pelayanan”.

BUJT yang bersangkutan seharusnya hanya membayar biaya pemeliharaan RITS yang biasanya digunakan untuk memperbaiki mesin atau gerbang tol yang rusak.

Bahkan setelah kontrak RITS selesai, teknologi GNSS sistem MLFF bisa dikembangkan oleh anak negeri. Tidak hanya membayar, tapi juga memfasilitasi layanan parkir dan lainnya.

“Jadi sembilan tahun lagi kita bisa mengembangkan teknologinya lagi. GNSS itu teknologi masa depan. Bahkan tempat parkir pun 10 tahun ke depan akan pakai GNSS. menggunakan GNSS”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *