Maret 3, 2024

JAKARTA  – Diare pada anak merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh orang tua. Diare pada anak dapat menjadi momen yang mengkhawatirkan, terutama ketika anak mengalami kehilangan cairan dan nutrisi penting.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor dan jika tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan dehidrasi parah atau bahkan kematian pada kasus yang parah. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami penyebab diare pada anak, mengenali tanda bahayanya, dan mengetahui cara mencegah kondisi tersebut.

Di Indonesia, menurut data tahun 2018, 12,3% balita mengalami diare dan 10,6% bayi mengalami diare. Diare menyebabkan 5% kematian pada anak usia 5-19 tahun dan 10,3% pada anak usia 5-19 tahun. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan kematian akibat pneumonia (menurut Riskesdas Kementerian Kesehatan).

Diare dapat dicegah dengan makanan dan minuman yang bersih. Gejala diare biasanya terjadi karena adanya infeksi pencernaan yang disebabkan oleh bakteri virus atau parasit, dan diare dapat ditularkan melalui faktor mulut, seperti makanan yang terkontaminasi.

Bagi para orang tua, Anggota Unit Kerja Koordinasi Gastro-Hepatologi (UKK) IDAI Dr Himawan Aulia Rahman memberikan beberapa tips dan cara menangani diare pada anak.

“Yang penting pertama adalah mengganti cairan yang dikeluarkan melalui tinja. Jangan sampai anak mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan. Orang tua perlu mengetahui apakah anak mengalami dehidrasi atau tidak,” jelas dr Himawan di sebuah acara. seminar yang diadakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dirilis pada hari Jumat 24 Jumat 2023.

Di zaman modern ini, pengganti cairan untuk anak diare mudah didapat, yaitu melalui penggunaan oralit. Namun perlu diingat bahwa oralit bukanlah sebagai pencegah diare, melainkan hanya sebagai pengganti cairan dalam tubuh.

“Tidak ada obat instan untuk menghentikan diare, karena usus perlu waktu untuk kembali normal. Kalau diare kurang dari tujuh hari, biasanya akan hilang dengan sendirinya. Tapi kalau lebih dari dua minggu, segera diminum. ke fasilitas kesehatan,” tambah dr Himawan.

Untuk pengobatan, jika diare berlangsung kurang dari seminggu, dr Himawan juga menyarankan untuk tidak langsung memberikan antibiotik pada anak, karena justru bisa memperburuk keadaan. “Antibiotik untuk diare pada anak tidak begitu penting. “Mungkin hal ini justru membahayakan yang sudah ada,” dia memperingatkan.

Untuk mencegahnya, dr Himawan memberikan beberapa tips sederhana untuk para orang tua. Pertama, tetap memberikan ASI pada bayi dan balita yang masih mendapat ASI. Kedua, selalu memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan. Kemudian memastikan bayi dan balita mendapat vaksinasi lengkap, memberikan MP-ASI yang benar, menyediakan air minum bersih dan selalu menyiapkan makanan dengan matang. Selangkangan gatal? 5 kebiasaan buruk ini bisa menjadi penyebab rasa gatal di selangkangan merupakan masalah yang umum terjadi dan sangat mengganggu. Rasa gatal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti iritasi dan alergi. kabarbinjai.com.co.id 30 November 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *